Kesalahan Saat Poles Marmer

5 Kesalahan Saat Poles Marmer yang Wajib Anda Hindari agar Tidak Merusak Lantai!

Kesalahan poles marmer dapat membuat permukaan justru semakin kusam, tergores, atau mengalami kerusakan tertentu.

Hal ini bisa terjadi ketika chemical, pad, mesin, atau tahapan pekerjaan tidak disesuaikan dengan kondisi lantai. Karena itu, memoles marmer bukan sekadar membuat permukaannya kembali mengilap, melainkan perlu memahami masalah yang sedang terjadi pada material tersebut.

Berikut beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari agar proses pemolesan tidak menimbulkan masalah baru.

1. Menggunakan Chemical Asam pada Permukaan Marmer

Marmer memiliki kandungan kalsium karbonat yang membuatnya sensitif terhadap bahan asam.

Menurut Natural Stone Institute, marmer termasuk batu calcareous yang dapat mengalami etching ketika terkena bahan asam tertentu.

Penggunaan cairan seperti pembersih berbasis asam, cuka, atau bahan dengan kandungan serupa dapat menyebabkan perubahan pada permukaan sehingga marmer terlihat lebih kusam atau kehilangan kilap.

Etching berbeda dari noda biasa. Kerusakan ini terjadi pada permukaan akibat reaksi kimia, sehingga tidak cukup di handle seperti membersihkan noda pada umumnya.

2. Menggunakan Pad atau Abrasive yang Tidak Sesuai

Proses polishing memang menggunakan material abrasif untuk menghaluskan permukaan, tetapi tingkat abrasivitas perlu kita atur dengan kondisi marmer dan tahapan pengerjaan.

Penggunaan pad atau bahan abrasif yang terlalu agresif dapat meninggalkan goresan atau membuat hasil akhir permukaan tidak sesuai harapan. Karena itu, pemilihan pad sebaiknya tidak berhenti di tingkat kekasaran, tetapi juga mempertimbangkan kondisi permukaan dan tujuan treatment.

3. Langsung Memoles Tanpa Memeriksa Kondisi Lantai

Lantai marmer yang terlihat kusam belum tentu memiliki masalah yang sama. Penyebabnya dapat berupa goresan, etching, noda, permukaan yang tidak rata, atau sekadar kehilangan kilap akibat pemakaian.

Jika kondisi tersebut tidak diperiksa terlebih dahulu, treatment yang diberikan berisiko tidak menyelesaikan masalah utama. Pemeriksaan awal membantu menentukan apakah permukaan membutuhkan cleaning, honing, polishing, atau proses restorasi lainnya.

4. Menganggap Semua Marmer Bisa Dipoles dengan Cara yang Sama

Jenis material dan kondisi permukaan dapat memengaruhi metode pengerjaan. Marmer dengan kondisi baik tentu berbeda kebutuhannya dengan lantai yang memiliki goresan, noda, atau kerusakan permukaan.

Karena itu, metode poles sebaiknya kita pertimbangkan dengan kondisi aktual. Penggunaan prosedur yang sama untuk setiap lantai tanpa mempertimbangkan material dan tingkat kerusakannya justru dapat meningkatkan risiko hasil yang tidak sesuai.

Baca juga: Cara Poles Marmer, Benarkah Prosesnya Mudah? Ini Penjelasannya

5. Melewati Tahapan Penghalusan Sebelum Finishing

Hasil akhir yang mengilap tidak selalu bisa kita capai hanya dengan langsung menggunakan bahan finishing. Pada kondisi tertentu, permukaan perlu melalui tahapan penghalusan terlebih dahulu agar masalah seperti goresan atau ketidakrataan dapat selesai tuntas.

Dalam layanan poles marmer, Siaga Service System mencantumkan beberapa tahapan seperti grinding, honing, kristalisasi, sealing, dan buffing. Tahapan tersebut tidak berarti semuanya harus berlaku dengan intensitas yang sama pada setiap lantai, wajib ada penyesuaian tersendiri.

Bagaimana Cara Menghindari Kesalahan Saat Poles Marmer?

Setelah memahami berbagai kesalahan di atas, langkah berikutnya adalah memastikan proses poles marmer berjalan sesuai kondisi permukaan, jenis material, dan tahapan pengerjaan yang tepat. Beberapa hal yang perlu kita perhatikan antara lain:

  • Periksa kondisi marmer terlebih dahulu. Identifikasi apakah permukaan hanya kusam, mengalami goresan, etching, noda, atau kerusakan yang lebih dalam. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan yang berbeda.
  • Gunakan chemical dan abrasive yang sesuai. Hindari bahan asam atau produk yang berpotensi merusak permukaan. Pad, diamond abrasive, maupun bahan pembersih perlu kita sesuaikan dengan jenis batu dan tahap pengerjaan.
  • Lakukan proses secara bertahap. Permukaan yang mengalami kerusakan atau kehilangan kilap tidak selalu bisa langsung finishing. Tahapan seperti grinding, honing, polishing, hingga kristalisasi perlu pertimbangan khusus.
  • Jangan menyamakan semua jenis dan kondisi marmer. Tingkat kekerasan, finishing, usia permukaan, serta jenis kerusakan dapat memengaruhi metode. Karena itu, pemeriksaan sebelum pekerjaan menjadi bagian penting dari proses.
  • Gunakan sealing sebagai perlindungan tambahan. Sealing dapat membantu meningkatkan ketahanan terhadap noda pada kondisi tertentu, tetapi tidak membuat marmer kebal terhadap bahan asam, goresan, atau kerusakan permukaan.
  • Serahkan kerusakan yang kompleks kepada tenaga berpengalaman. Jika permukaan sudah mengalami etching berat, goresan dalam, atau kerusakan yang membutuhkan restorasi, pemolesan biasa mungkin tidak cukup.

Poles Marmer Perlu Menyesuaikan dengan Kondisi Lantai, Panggil Ahlinya

Siaga Service System menyediakan layanan poles marmer dengan tahapan yang disesuaikan dengan kondisi permukaan. Tim melakukan survey untuk melihat kebutuhan pekerjaan sebelum menentukan treatment yang diperlukan.

Siaga Service System berada di bawah PT Siaga Mandatama Karya dan telah beroperasi lebih dari 10 tahun. Untuk kebutuhan jasa poles marmer, informasi mengenai kondisi lantai, luas area, dan jenis masalah bisa Anda sampaikan terlebih dahulu agar ruang lingkup pekerjaan dapat ditentukan secara lebih tepat.

FAQ

Apa kesalahan paling umum saat poles marmer?

Penggunaan chemical asam, abrasive yang tidak sesuai, serta melakukan polishing tanpa memeriksa kondisi permukaan terlebih dahulu.

Benarkah marmer kusam selalu perlu poles ulang?

Tidak selalu. Penyebab kusam perlu kita cek lagi karena dapat berasal dari pemakaian, goresan, etching, atau kondisi permukaan lainnya.

Apa betul sealing membuat marmer bebas dari noda dan etching?

Tidak. Sealing dapat membantu meningkatkan ketahanan terhadap noda, tetapi tidak menghilangkan risiko etching akibat bahan asam.

Tinggalkan Komentar